Jumat, 07 Agustus 2015

KANGENKU

Eggys sutamy

MENCARI DAN MENGENAL ALLAH Swt...

Pepatah mengatakan : Tak jumpa maka tak kenal, tak kenal maka tak cinta, tak Cinta maka tak iman.  Cinta kepada Allah semata.  Cinta kasih adalah rahasia Allah. Kata Rosulullah, Allah menciptakan Adam ( manusia ) dalam bayangan rahman.
Bagaimana caranya kita mengenal Dzat Allah? Dimana? Kemana kita harus mencari Dzat Allah? Apakah harus ke Mekkah ataukah ke negeri Cina? Apakah demikian jauhnya Dzat Allah itu berada?  Apakah kita tidak tersesat ???
Tidak ada satu ayatpun yang mengatakan Allah ada di Mekah atau di Cina ...!!!
Perhatikan firman-firman Allah :
Katakanlah bahwa Aku dekat ( AL BAQARAH 2 : 186 ).
Lebih dekat Aku dari pada urat leher ( AL QAF 50 : 16 ).
Akan Kami perlihatkan kepada mereka, tanda-tanda Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka ( FUSHSHILAT 41 : 53 )
Dzat Allah meliputi segala sesuatu ( FUSHSHILAT 41 : 54 )
Dia bersamamu dimanapun kamu berada ( AL HADID 57 : 4 . )
Kami telah mengutus seorang utusan dalam diri-mu ( AT TAUBAH 9 : 128)
Di dalam dirimu apakah engkau tidak memperhatikan ( AZZARIYAT 52 : 21 ) Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan kolbunya ( AL ANFAL 8:24 )

HADITS QUDSI :
Di dalam setiap rongga anak Adam Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, dalam dada ada kolbu, dalam kolbu ada fuad, dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada Sir, di dalam Sir ada AKU ….
Aku tidak berada di bumi, Aku tidak berada di langit, tapi Aku berada  dalam hati orang-orang yang beriman…

Oleh karena itu wajar bila para sufi mengatakan : Qolbu mukmin baitullah…
Wajar juga bila Rosulullah-pun tidak menganjurkan mencari Tuhan ke Mekah, tapi menganjurkan mencari Tuhan ke dalam diri agar tidak tersesat …!!!

Apa kata Rosulullah …???
Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhan-nya maka dia merasa dirinya bodoh. Barang siapa  mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri, maka dia akan tersesat semakin jauh…
Konon kabarnya ini bukan Hadits Rosulullah namun dipopulerkan oleh Al Ghazali… Kita harus ingat bahwa Hadits-Hadits Rosulullah mulai dipermasalahkan setelah 100 tahun Rosulullah wafat. Konon waktu itu mulai tampak adanya gejala-gejala pemalsuan hadits yang muncul di wilayah sebelah timur, pada saat pemerintahan Umar bin Abdul Aziz sebagai Khulafa ar-Rasyidin yang ke-lima. Umar bin Abdul Aziz memerintahkan Ibnu Shihab az-Zuhri untuk menghimpun sunah-sunah Rosulullah dan membukukannya menjadi beberapa eksemplar. Selanjutnya khalifah Umar bin Abdul Aziz mengirimkan satu buku kepada setiap pejabat di wilayah-wilayah kekuasaan Islam. Buku hadits pertama kali muncul setelah 200 tahun Rosulullah wafat, melalui perdebatan panjang antar kelompok kepentingan.  Jadi wajar bila ada Hadits-Hadits Qudsi ataupun Hadits-Hadits Rosululah yang dibuang atau mungkin ada juga yang diberi bumbu, kita tidak Tahu… Kenyataannya memang benar, mencari dan mengenal Allah bukan perjalanan ke mekah, tapi perjalanan dari alam lahiriyah ke alam bathiniah..

Firman Allah :
Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu atas izin Allah 
( AL BAQARAH 2 : 97 )
( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orang-orang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami
( AL ANKABUT 29 : 49 .)
Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada Hatinya ( AT-TAGABUN 64 : 11 )
Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 : 77-78 )

Oleh karena itu Rosulullah bersabda : 
Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri…
Selanjutnya Rosulullahpun bersabda :
Segala sesuatu ada pembersihnya, pembersih kolbu adalah dzikir 
Dzikir adalah jalan terdekat menuju kepada Allah.

Kolbu mukmin itulah baitullah yang hakiki, yang harus dibersihkan melalui dzikir. Bila hati kita bersih jalan menuju Tuhan terbuka lebar, bebas hambatan.  Dzikir adalah jalan tol menuju kepada Allah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar